Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

curahan hati(nya!)...

haaah. setelah sebulan lebih berantem nggak jelas, akhirnya diputuskanlah untuk saling berbaikan... alhamdulillah..... rasanya lega banget, nggak kepikiran lagi, harusnya dari kemaren2 aja kayak gini yah, hhe... tapi... dia bilang begini sama gue.

Aku sakit Bila menatap matamu Sadarku bahwa engkau bukan milikku
Aku sakit Bila ku mengagumimu Sadarku kau tak pernah mengagumi ku
Bangunkan aku dari tidur panjangku Sadarkan aku dari mimpi tentangmu Ku salah bila ku berharap padamu Salah ku paksa kau tuk mengagumi ku
Kau tak tau perasaan ku Dan ku tak mau kau tau
Aku sakit Jika kau tau hatiku Karna diriku tak berarti bagimu
Aku sakit Bilakah kau sembuhkan aku Tak mungkin, tak mungkin sungguh tidak mungkin
maafkan aku...

My Last Partner ^^

Gue kenal sama bocah  tengil gara2 MTK. Pas kapan ya tepatnya? Mungkin UNTAR... Lalu keisengan gue mengikutsertakan dia saat olimpiade, sehingga gue deket sama dia. Hmm,, ada dasarnya kok. Emang dia dapet nilai tertinggi waktu itu... Dan dia memang hasil pelatihan di IPB, jadi gue merasa nggak salah pilih... Lagi pula dia memang lebih pintar dari gue, meski entah mengapa dia bisa nggak lolos OSK... Dan dia terlihat sangat sedih dan mungkin menyalahkan gue karenanya T.T Tapi dia orang yang seru, meskipun cara bicaranya kadang mengesalkan (soalnya rada ngerunjak gitu, dianya juga mengakui sih, itu sebabnya kenapa gue manggil dia bocah tengil) Kemudian, dia gue tarik ikut LCTM UPI. Haaahhhh, mohon2nya itu lho... Akhirnya dia bisa gue paksa ^^ Dan ternyata kita bisa, meski pada waktu itu dia nggak begitu banyak mengerjakan soal. Dia agak minder sih. Lalu, Pesta Sains 2010. Hari terakhir di Bogor, gue kabur sama dia keliling IPB ^^ Haha gue seneng waktu itu.. Meskipun ujung2nya di…

May I Have a Break?

Hey guys! I need a break, although it's not a break up...
Gue capek sama keadaan kayak gini. Sakit hati jadinya. Gue selalu dihadapkan dengan masalah kayak begini. Dan serius, itu nggak enak banget. Gue terus menangis, menangis, mungkin sampai saat ketika gue lelah menangis akan hal begini dan membiarkan semuanya berlalu tanpa ada yang bisa gue kerjakan. Selalu dipertemukan dengan situasi yang bak buah simalakama. Entah apa buah simalakama itu. Yang jelas, apapun keputusan yang gue ambil, semuanya terasa salah. Merasa sendiri, tanpa ada yang mau coba mengerti keadaan. Yah, ada sih, satu orang yang mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi gue yakin, dia tak akan bisa membantu banyak saat itu. Gue lelah diperlakukan seperti ini terus, tapi gue juga nggak bisa berbuat banyak, karena apapun yang gue lakukan nggak akan bisa mengubah banyak keadaan. Gue cuma bisa berharap sang waktu akan membantu gue menyembuhkan luka ini, atau menghapus perlahan keadaan seperti ini...


But, I did nothin…