Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Random tengah malam.

It's hurt. I definitely hurt myself.  If love is a sweet torment, I can't be sure whether I'm enjoying it or not. Maybe I must let my logic leads my acts, not my heart does. I've cried some times for this case. And I don't want this friendship to be broken, just because of me. I never want it happen.
I don't know which one is better: loving you or leaving you. I must ask God; He's all The Knower. But I know, one song remains in my mind, in every single 'this' case. "But it's time to face the truth.
I will never be with you..." _James Blunt - You're Beautiful_

Sebuah Surat untuk Calon Suamiku

Kamu, ya, kamu. Aku menyukaimu. Karena parasmu, pribadimu, agamamu. Semoga karena Allah juga.
Hai, kamu. Aku belum berani mengatakannya langsung padamu. Tahukah kamu, betapa sulit menahan rasa ini saat bersamamu? Berusaha agar kau tidak mengetahui ini.
Kamu, aku tak ingin kau ternoda karenaku. Karenanya, aku menjaga perasaan ini rapat dalam hati. Biar saja aku menikmati suka dukanya. Karena aku belum layak menjadi milikmu.
Kamu, akhir-akhir ini aku berharap pada Tuhan. Berharap semoga pemilik tulang rusukku adalah kamu. Mungkin salah caraku memintanya. Tapi aku hanya ingin kita dapat bersama dalam ridha-Nya.
Mungkin, suatu saat nanti, aku akan mengatakan perasaanku. Aku harus bersiap dahulu menjadi calon pendamping yang baik, Sebelum nantinya aku (meminta untuk) menjadi pendampingmu. Meski aku tak berani berharap semoga kau menyukaiku.
Kamu, orang yang (saat ini) kuharapkan menjadi suamiku, Jika ternyata perasaanmu tidak sama dengan apa yang aku rasa, Aku mungkin akan kecewa, tapi ak…