Langsung ke konten utama

Friday, May 11, 2012


Ah, rasanya aku jadi semakin memahami bahwa hidup itu realitanya tak bisa kau nyatakan dalam hitam dan putih saja. Entah mengapa, sisi kelabu itu akan selalu ada. Dan itu nyata.

Semester lalu aku sudah bercerita tentang seorang teman yang mengulang praktikum fisika. Tahun ini, alhamdulillah, dia tidak mengulang praktikum, meskipun aku tak tahu bagaimana kabar nilai2nya yang lain.

Akan ada beberapa massa FMIPA 2011, ah tidak, ITB 2011, yang akan mencoba kembali peruntungannya di SNMPTN 2012. Seperti teman-temanku yang (merasa) salah masuk fakultas… Ada yang ingin mencoba kembali di kedokteran, ekonomi pembangunan, psikologi, dsb. Padahal, aku yakin, ribuan (maha)siswa angkatan 2011 banyak yang masih penasaran dengan kemampuannya untuk menembus institut yang katanya terbaik bangsa ini.
Ada juga mereka yang menghilang dari peredaran kampus.

Contoh satu. Temanku, teman se-kelompok praktikum. 16011211. sudah lebih dari sebulan yang lalu, dia mulai tidak masuk kelas, juga tidak mengikuti praktikum-praktikum. Waktu kutanyai, dia hanya menjawab bahwa dia kelelahan, karena dia (mungkin terpaksa, ah, aku tak tahu masalah ini) kerja-kuliah. Tapi, setelah itu, aku benar-benar lost contact sama dia. Aku benar2 nggak tahu kabar dia sekarang, minimal. Dari informasi yang kudengar, rupanya dia menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya yang tiada dan ibunya yang sakit-sakitan. Dia yang merupakan lulusan SMK memang sudah memiliki pekerjaan sehingga harus menghidupi keluarganya. Tapi, aku tahu bahwa dia pintar. Hanya saja, ah, idealisme memang biasanya selalu terbentur dengan realita. Aku ingin bertemu dia, sekadar menanyakan kabar dan menyemangatinya.

Contoh dua. Namanya sudah tak ada di absen kelas, sejak PRS semester ini. Katanya, dia memang ada masalah keuangan. Tapi awalnya, dia cukup sering masuk kelas. Mulai pertengahan semester, kelasku kehilangan teman yang asal rumahnya paling jauh, yaitu di Papua. Dia menghilang, tapi dia juga tidak pulang ke kampungnya. Aku tak tahu mengapa, sungguh. Kadang aku menyesali sikapku yang hanya bisa dekat dengan sedikit orang.
Aku yakin, masih banyak contoh lain yang tidak kuketahui. Aku saja yang mungkin terlalu menutup mata, tidak menyadari hal ini sejak awal. Maafkan aku, teman. Aku bukan teman yang baik. Tapi, di manapun kamu, ayo, kita sama-sama berjuang, menggapai mimpi kita masing-masing, dengan cara kita sendiri :)

Ganbatte kudasai, dan arigatou gozaimashite!!!

Komentar