Langsung ke konten utama

Menyelesaikan Masa Lalu.


Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini 
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Iya kali, nggak lah, aku tetap lebih menghargai hidup, masa cuma gara2 galau terus nyerah? Nggak semudah itu, kawan.

Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Lebay sih, tapi ada benarnya. Bertindak sebagai teman biasa, sedangkan kamu berusaha sekuat tenaga menahan rasa di dalam hati itu... berat. Harus siap2 cemburu kalau dia deket sama orang lain (eh, nggak cemburu juga sih. Lebih ke sedih dan akhirnya pasrah, terserah lah, akhirnya mau gimana, aku nggak mau mikirin).

***

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Iya, ada kalanya aku tak bisa membendung perasaan yang ada di hatiku, sehingga aku membiarkan hatiku, dan bukan akalku, yang menuntunku. Sulit sekali berlaku rasional saat masa2 seperti ini T,T

Apabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Tapi kenyataannya, aku nggak pernah ngerti, mengapa perlakuanmu padaku begitu berbeda. Selama ini aku hidup dalam asumsiku sendiri, bahwa kamu menghormati apa yang aku yakini, kamu menghargaiku, dan aku tersanjung karenanya. Tapi aku nggak pernah tau kan kenyataannya seperti apa. Aku nggak pernah tau hatimu.

Pergilah
Menghilang sajalah lagi
Maka, jangan pernah buat aku mengharapkan sesuatu yang tak pernah terwujud. Jangan biarkan aku berharap padamu, tentang kita. Karena aku tak pernah tau hatimu.

***

Bye, selamat berpisah lagi
Iya, selamat berpisah, karena kita sekarang udah beda prodi, jadi kemungkinan ketemu udah makin tipis. Kesibukan kita juga udah makin beda.

Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini 
Sungguh tak mudah bagiku menghentikan segala khayalan gila
Rasanya langsung jadi orang tergalau sedunia, tau nggak sih. Semua angan2 ini cuma menghabiskan waktuku, dan membuat aku berharap yang tidak2 padamu, seakan apa yang kuinginkan terjadi, padahal itu tidak terbukti. Lama2 mungkin bisa bikin gila, iya, gila cinta -_-

Jika kau ada
Dan ku cuma bisa meradang menjadi yang di sisimu
Hahaha iya, rasanya aku bener2 cuma bisa 'meradang' kalau lagi deket sama kamu. Penasaran, aku pengen tau, aku tuh gimana dan sebagai apa di mata kamu, biar aku nggak berharap sama kamu, biar kita tuh tetep temenan aja, nggak usah dulu ada yang berubah…

Membenci nasibku yang tak berubah
Aku nggak pernah menyesali kenapa dulu kita bisa ketemu, atau kita yang kini nggak satu prodi, padahal kita berharap bareng, atau truth or dare yang membongkar semua rahasia yang kupendam setahun belakangan (tapi ujung2nya aku nggak mau lagi main begituan, kapok), atau kebersamaan kita selama ini...

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku berjanji menyerah...
Aku menyerah. Aku lelah berharap, atau lebih tepatnya aku lelah membujuk diriku sendiri agar tak berharap. Benteng ini begitu tinggi, sulit untuk kugapai. Sudahi semua, aku tak mau menyakiti hati.

Dan demikianlah cerita ini berakhir.

When a door is closed, actually there are another doors opened for you, waiting to be entered.

Komentar