Langsung ke konten utama

Menangislah, Bila Harus Menangis :')

Hari ini, salah seorang temanku (sebut saja Dian) menyanyikan lagu ini, dan (lagi-lagi, seperti post-ku terdahulu) aku tertarik dengan liriknya. Walhasil, dengan bantuan mbah google, I got the lyrics. And, here it is.

Air mata telah jatuh membasahi bumi 
Takkan sanggup menghapus gelisah
Penyesalan yang kini ada
Jadi tak berarti
Karena waktu yang bengis terus pergi
 
Menangislah bila harus menangis

Karena kita semua manusia
 

Manusia bisa terluka, manusia pasti menangis 
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah
 

Di balik segala duka tersimpan hikmah 
Yang bisa kita petik pelajaran
Di balik segala suka tersimpan hikmah 
Yang kan mungkin bisa jadi cobaan

Dan liriknya 'dalam' :')

Ada kalanya aku menjadi orang yang kuat, dalam arti aku bisa memendam semua rasa sedih dan kesal yang kurasa (kadang, aku juga bisa menyalurkan emosiku ini dalam bentuk positif, misalkan menulis puisi. Hehe).
Namun, ada kalanya aku menjadi orang yang tidak mampu bertindak seperti itu. Dan aku merasa bersalah pada orang-orang di sekitarku karenanya. Kenyataannya, rasa itu memperburuk keadaan.

Aku ingat, Anto pernah bilang,
"Manusia gak selalu kuat, karena dia manusia. Justru ketidaksempurnaan itu yang membuat manusia, manusia. Jadi, apa salahnya kalo kamu pernah lemah?
Lagi pula, kamu bakal lebih ngerepotin kalo kamu pasang muka kuat dalam kondisi itu."
Ah, kamu selalu punya cara untuk bikin aku speechless, To...

Intinya, kita nggak pernah salah jika kita menangis atau menjadi lemah, di saat kita memang harus menangis atau merasa lemah. Itu justru bukti kalau kita (masih) manusia. Kita masih bisa terluka, kita masih punya hati, kita (memang) tidak sempurna, dan itu tidak salah. Namun, kita selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, kan?

NB: ditulis J-4 Kuis Matematika Numerik dan J-7 Seleksi Tahap 1 OSN Pertamina (mungkin akan ada post tersendiri untuk topik bahasan yang terakhir kusebutkan)

Komentar