Langsung ke konten utama

Ratusan Purnama : Kontemplasi

Ratusan purnama berlalu
Tapi cinta tak pernah berlalu

Hampir 1 tahun lamanya aku meninggalkan blog ini yah *kebas-kebas sarang laba-laba*
Sudah banyak perubahan yang terjadi di hidup aku 1 tahun belakangan ini, sampai-sampai aku nggak tahu harus mulai cerita dari mana :D

Semalam, di salah satu mall di ibukota, aku terdiam memandangi kerlap-kerlip lampu gedung pencakar langit tanda kemegahan Jakarta.
Masih ada pertanyaan yang terus berkecamuk di kepalaku.

"Setelah impian akan ITB terbayar lunas Oktober lalu, apa lagi yang akan kukejar dan kutuju dalam hidup ini?"

Well, itu pertanyaan berat.
Dan mengundang banyak sekali pertanyaan di baliknya.

Mau apa aku setelah lulus dari ITB?
Pekerjaan macam apa yang aku sukai?
Jurusan apa yang akan aku ambil saat S2 nanti? Di mana?
Kerja atau kuliah? Atau malah nikah? #eh
Apa itu passion? Dan apa passion-ku?
Apa tujuan hidupku?
Apa yang sebenarnya aku cari dalam hidup ini?

Dsb.
Dsb.
Dsb.

Keenan (dalam novel Perahu Kertas) pernah bilang kalau terkadang kita harus menempuh jalan memutar untuk menuju dan menjalani mimpi kita.
Apa mimpiku?
Apakah jalan yang kutempuh ini memutar?

Vidy bilang, passion itu hal yang bisa membuat kita semangat terhadap suatu hal. Bisa saja passion itu adalah hal yang kita sukai. Atau terkadang hal yang tidak kita terlalu sukai, tapi bisa saja suatu saat nanti kita menemukan suatu hal yang membuat kita menyukai hal yang tidak terlalu kita sukai tadi.
Complicated, ya?

Menurutku, di sinilah letak sulitnya menjadi dewasa.
Saat kita masih anak-anak, hingga bahkan mungkin kuliah, path-nya (pada umumnya) sudah jelas, SD-SMP-SMA-kuliah, tinggal urusan menentukan sekolah di mana, jurusan apa (terlepas dari biaya).
Tapi, selepas itu, semuanya benar-benar bebas.
Kita bisa memilih jalan manapun yang mau kita tempuh.
Tidak ada jalur yg pasti; tiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing.
Tapi, ke manapun itu, kita sendirilah yang harus bertanggung jawab atas keputusan apapun yang kita ambil.
Dan kita tidak bisa lari dari itu.
Pertanyaannya adalah, apa kita sudah tahu kita akan ke mana?

Dan suara lampu yang mulai dipadamkan menyadarkanku akan telah larutnya malam.
Aku pun bergegas pulang, menyiapkan diri menghadapi hari esok.

Ratusan purnama cinta kita kembali lagi
Ratusan purnama cinta kita kembali...

Komentar